Senin, 18 Desember 2017

Headlines:
You are here: TIRTA Satgas Banjir Kesulitan Atasi Jebolnya Tanggul Kali Laya

Satgas Banjir Kesulitan Atasi Jebolnya Tanggul Kali Laya

541 readings
Surel Cetak PDF

ANTRIDONG.COM - JAKARTA: Puluhan petugas Satgas Banjir Pemkot Depok dibantu anggota Brimob, Polri dan TNI, terus berupaya menutup sumber jebolnya tanggul Kali Laya di Perumahan Bukit Cengkeh II, Cimanggis. Kesulitan derasnya air menyebabkan perkiraan baru bisa diatasi esok hari (Jumat,16/11).



Jebolnya Kali Laya untuk kesekian kali ini kembali merusak fasilitas umum berupa jalan-jalan, jembatan, tanggul dan turap (tembok penghalang). Puluhan rumah warga dekat aliran sungai (DAS) RT 10 RW 02 ikut menjadi korban di antaranya segera dievakuasi ke rumah warga yang aman dan terbebas banjir.

Bantuan pun berdatangan. Mulai bantuan spontan masyarakat sekitar berupa menutup akses jalan, makanan dan minuman serta kesehatan berupa selimut dan tenda dapur umum dari Pemkot Depok. Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, yang datang ke lokasi di Kelurahan Tugu, segera memerintahkan aparatnya untuk segera menutup jebolnya tanggul dan meminta untuk memperingati warga untuk tidak membuat bangunan sepanjang tanggul kali.

Banjir yang menjebol kali itu diawali gemuruh didengar warga sekitar pukul 01:00, kemarin. Arus deras air spontan menggenangi masuk rumah-rumah warga dan merusak peralatan elektronik dan kendaraan bermotor. “Tanda-tanda tanggul mau jebol itu sudah terlihat pukul 23:00, ini kan (jebol) sudah yang kesekian kalinya,” ujar Krisna, warga RT 06 RW 16.

Akibatnya, luapan air dari kali selebar tujuh meter itu menggenang hingga sedalam dua meter yang merendam rumah warga. “Ada yang terendam hingga seleher. Beruntung warga sempat menyelamatkan diri semua, tidak ada korban jiwa,” kata Arifin, ketua RW 16 di lokasi.

“Kami sulit bawa material karena airnya deras,” kata Asmawi, komandan satgas. Air mengalir deras melewati jalan Blok A di kompleks perumahan sehingga kendaraan truk pengangkut material tak bisa mendekati tanggul yang jebol. Namun akhirnya petugas satgas harus susah payah mengangkut batu dengan berjalan kaki sekitar 100 meter melewati air yang deras. “Kami belum tahu sampai kapan selesai. Jalan sudah tergerus derasnya air sehingga truk enggak bisa lewat,” ujarnya. (is)

 




Berita Terkait: