Kamis, 26 April 2018

Headlines:
You are here: PIJAR Selama Lebaran, PLN Jamin Pasokan Listrik

Selama Lebaran, PLN Jamin Pasokan Listrik

481 readings
Surel Cetak PDF

Guru

ANTRIDONG.COM - JAKARTA: PT PLN (Persero) memastikan bahwa pasokan listrik selama masa Lebaran aman. Hal itu karena jumlah pasokan saat Lebaran selalu lebih besar ketimbang konsumsi listrik masyarakat.

"Secara garis besar, beban Lebaran selalu lebih rendah dari beban hari normal," ujar Direktur Operasional Jawa-Bali I Ngurah Adnyana, Sabtu, 27 Agustus 2011. Adnyana menambahkan, beban terendah terjadi ketika Hari Raya Idul Fitri, dimulai dari pagi hari saat masyarakat melaksanakan ibadah salat Ied.

"Pagi hari pukul 07.00, perkiraan beban hanya sebesar 7.515 megawatt," katanya. Saat hari normal, beban listrik di waktu yang sama bisa mencapai 14.000 MW. Hal ini berarti terjadi penurunan beban listrik hampir 50 persen. Beban puncak pada saat Lebaran diperkirakan turun sebanyak 40 persen, dari biasanya sebesar 18.000 MW, bakal turun menjadi sekitar 12.179 MW.

Sementara itu, daya mampu pasokan listrik PLN Jawa-Bali mencapai sekitar 19.700 MW. Dengan kondisi cadangan daya yang mencapai lebih dari 7.000 MW ini, Adnyana memastikan selama masa Lebaran, listrik untuk Jawa-Bali dalam kondisi normal dan tidak ada daerah rawan padam.

Manajer Senior Komunikasi PLN Bambang Dwiyanto menambahkan, kondisi listrik untuk luar Jawa-Bali juga relatif aman. Konsumsi listrik di daerah tujuan mudik di Jawa-Bali, seperti Indramayu, Kuningan, Cirebon, dan Gunung Kidul diperkirakan akan meningkat. "Tapi tidak terlalu signifikan, paling kurang dari 5 persen," ujarnya.

Beban listrik yang turun hingga lebih dari separuh secara seketika dikhawatirkan oleh PLN dapat membuat pembangkit listrik terkejut dan berakibat pembangkit tidak dapat beroperasi. Oleh karenanya, mulai sepekan ini, PLN secara bertahap menurunkan beban dengan mengistirahatkan pembangkit secara merata.

Dia menambahkan, tidak ada pemeliharaan sarana selama masa Lebaran. Namun sejak H-15 sampai H+15, PLN siaga penuh memantau sistem kelistrikan Jawa-Bali dan daerah luar Jawa-Bali. Berjaga-jaga, PLN juga menyiapkan cadangan listrik dengan sistem captive power untuk daerah tujuan mudik yang bebannya meningkat. "Yaitu kita beli listrik dari pihak swasta, seperti industri dan bisnis," katanya.

Secara keseluruhan, beban listrik untuk industri dan bisnis dapat turun hingga 65 persen. Konsumsi untuk industri dalam sebulan biasanya mencapai 4573,8 GWh dan bisnis 2386,5 GWh.

Selama Lebaran, PLN meningkatkan koordinasi dengan aparat, koordinasi di unit-unit pembangkitan dan penyaluran distribusi. PLN juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian pada kondisi kelistrikan di masing-masing tempat tinggalnya sebelum mudik.

"Pastikan lebih teliti seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman, guna menghindari kemungkinan terjadinya arus pendek (korsleting) atau hal-hal lain yang tidak diinginkan selama rumah dalan kondisi kosong," katanya.(te/kim)