Senin, 18 Desember 2017

Headlines:
You are here: PEMILUKADA Jokowi Desak KPU Rampungkan Masalah DPT

Jokowi Desak KPU Rampungkan Masalah DPT

563 readings
Surel Cetak PDF

Jokowi

ANTRIDONG.COM - JAKARTA: Calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi, tetap akan mendesak Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menyelesaikan kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Jokowi mengatakan, membereskan DPT tidak cukup hanya berdasarkan data dan memberikan argumentasi secara lisan. Ia mendorong KPU untuk bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil turun ke langsung lapangan dan memastikan kebenaran data yang mereka miliki.

"DPT ya harus segera dirampungkan. Kan setiap hari masih ada laporan dari bawah masuk 1.200, 1.500. Artinya bahwa DPT ini masih ada masalah. Kita minta turun ke lapangan, disisir, di-delete kalau benar laporan (DPT ganda) itu. Itu yang kita inginkan," ujar Wali Kota Solo tersebut, Sabtu (16/6/2012).

Ia mengatakan, di tengah waktu yang sudah mepet ini, harusnya KPU mengambil tindakan riil untuk menyelesaikan permasalahan DPT. KPU tidak bisa sekadar memberikan janji. "Kalau jawaban seperti itu ya tidak riil. Waktunya sudah mepet kayak gini, jawabannya tidak riil," kata Jokowi. Jokowi akan merasa legawa jika kesalahan DPT hanya satu hingga enam kasus. Namun, jika ratusan ribu, pihaknya tidak bisa menoleransi.

Bukan hanya itu, jika kisruh DPT ini masih belum terselesaikan hingga pelaksanaan pencoblosan, Jokowi sudah menyiapkan tiga opsi tindakan. Namun, ia masih merahasiakannya. "Akan kita keluarkan kalau hal ini tidak ditindaklanjuti dengan langsung terjun ke lapangan," jelasnya.

Berdasarkan rapat pleno penetapan DPT pada awal Juni 2012, KPUD Provinsi DKI Jakarta menetapkan 6.983.692 orang dalam DPT dengan jumlah TPS 15.059 unit di enam wilayah di Jakarta. Keputusan itu ditolak oleh lima tim sukses calon kepala daerah. Hanya tim sukses pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang menyetujui penetapan DPT tersebut.

Penolakan tersebut terjadi karena tim sukses Jokowi-Ahok dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini menemukan potensi daftar pemilih ganda. Tim Hidayat-Didik menemukan 44.696 DPT ganda, sementara tim Jokowi-Ahok menemukan sekitar 175.000 daftar ganda. (kc/kim)

 




Berita Terkait: