Selasa, 23 Oktober 2018

Headlines:
You are here: HOSPITAL Butuh Bantuan, Bayi Penderita Hidrochepalus

Butuh Bantuan, Bayi Penderita Hidrochepalus

628 readings
Surel Cetak PDF

ANTRIDONG.COM - MAMUJU: Bayi yang dinyatakan menderita penyakit hidrochephalus di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, butuh uluran tangan dari pemerintah dan masyarakat dermawan untuk pengobatannya.

Sapariah (24), ibu anak penderita hidrochepalus yang berdomisili Dusun Mora Barat Desa Korossa Kecamatan Korossa Kabupaten Mamuju, Jumat, mengatakan, anaknya yang menderita kelainan itu lahir di rumah sakit Mamuju tiga hari lalu.

Ia mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim medis RSUD Mamuju, anaknya yang berkelamin laki-laki itu dinyatakan positif menderita penyakit hidrocephalus, selain itu juga menderita penyakit labiopalatoscizis, atau penyakit bibir sumbing.

"Anak yang belum sempat kami berikan nama dan lahir dengan cara melalui operasi cesar ini, dinyatakan menderita penyakit hidrochepalus berdasarkan pemeriksaan medis karena kepalanya terus membesar," katanya.

Menurut dia, pada saat dilahirkan kepalanya berdiameter sekitar 39 centimeter, dan kepalanya terus menerus membesar, padahal anak bayi yang dilahirkan normal kepalanya hanya berdiameter 30 centimeter menurut dokter.

"Anak saya mengalami kelainan ini mungkin disebabkan karena di saat hamil saya sering mengkomsumsi obat kimia pada saat sakit," katanya.

Ia mengatakan, anaknya tersebut dilahirkan dengan kondisi fisik normal dengan panjang tubuh sekitar 55 centimeter dan berat badan empat kilogram, anak itu merupakan anaknya yang kelima.

Menurut dia, dirinya tidak punya dana untuk melakukan pengobatan anaknya yang mengalami kelainan itu karena suaminya Attu (27) hanyalah seorang petani miskin.

Ia sangat berharap ada bantuan dari pemerintah setempat maupun dari para dermawan guna membantu menyembuhkan penyakit yang diderita anaknya itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Dr Azis mengatakan, pemerintah di Sulbar tidak dapat memberikan bantuan anggaran untuk pengobatan anak penderita hidrochepalus di Mamuju tersebut karena tidak adanya dana yang tersedia dalam alokasi anggaran di Dinkes Sulbar.

"Tidak ada dana untuk mengobati bayi tersebut karena tidak ada alokasi anggaran yang disediakan di APBD Sulbar untuk penyakit seperti itu," kata Dr Azis. (kc/kim)




Berita Terkait: