Jumat, 23 Agustus 2019

Headlines:
You are here: EDUKASI Polisi Usut Penipuan UN

Polisi Usut Penipuan UN

203 readings
Surel Cetak PDF

Soal Ujian

ANTRIDONG.COM - KENDARI: Kepolisian Resor Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menangkap seorang mahasiswa yang menjual bocoran soal dan jawaban ujian nasional palsu, Rabu (18/4). Ratusan siswa sekolah menengah kejuruan swasta di Kendari menjadi korban penipuan tersebut.
Polisi menangkap ES (20), seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Kendari yang menjadi tersangka kasus tersebut. ES dilaporkan oleh beberapa siswa SMK swasta yang sebagian menjadi korban penipuan itu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kendari Ajun Komisaris Rofikoh Yunianto mengatakan, tersangka menjual paket soal palsu ujian nasional SMK 2012 itu seharga Rp 5 juta. Dari tangan tersangka, disita uang Rp 2,6 juta hasil penipuan tersebut.

Soal dan kunci jawaban dimuat dalam bentuk CD, yang mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Masing-masing mata pelajaran terdiri atas lima paket soal berbeda.

Para korban dan tersangka bertransaksi sehari menjelang UN, yakni pada 15 April lalu. Namun, pada saat pelaksanaan UN, soal yang diberikan ES ternyata tidak sesuai dengan soal ujian. Para siswa pun kemudian meminta pertanggungjawaban ES.

Dari penyelidikan sementara, Rofikoh mengatakan, setiap siswa patungan Rp 18.000. ”Bukan hanya dari sekolah kami, tetapi banyak juga siswa dari sekolah lain yang ikut membeli,” kata seorang siswa.

Polisi masih menyelidiki kasus ini, termasuk mengenai jumlah pasti korban dan apakah tersangka merupakan bagian dari suatu jaringan.

Sementara di Medan, Sumatera Utara, aktivis Komunitas Air Mata Guru menuding terjadi kecurangan pelaksanaan UN dan hampir merata di Sumatera Utara. Bentuknya antara lain pembelian salinan catatan kunci jawaban dan pesan singkat (SMS) kunci jawaban.

Sekolah yang terlibat kecurangan berada di Kota Medan, Serdang Bedagai, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Asahan, Labuhan Batu, dan Toba Samosir. ”Kami melibatkan 12 anggota tim investigasi untuk menggali data tentang kecurangan UN,” kata Ketua KAMG Abdi Muskarya Saragih

Menanggapi hal ini, Ketua Tim Pengawas Satuan Pendidikan UN Sumatera Utara Khairil Ansari mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya kebocoran soal UN. Namun, memang banyak beredar SMS kunci jawaban palsu.(kc/kim)




Berita Terkait: