Agama Pengaruhi Perilaku pada Lingkungan

251 readings
Cetak

ANTRIDONG.COM - JAKARTA: Pandangan manusia terhadap lingkungan ditentukan oleh agama. Selain itu, agama juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku terhadap lingkungan selain tiga faktor lainnya, yaitu penegakan hukum, pendidikan, dan kekuatan pasar.


Demikian landasan White (1967) yang memperkuat disertasi Dr Fachruddin Majeri Mangunjaya, dosen Fakultas Biologi Universitas Nasional (UNAS) yang secara resmi meraih gelar Doktor melalui presentasi disertasinya berjudul "Desain Ekopesantren dalam Kerangka Pembangunan Berkelanjutan". Fachruddin diputuskan berhak menyandang gelar Doktor bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan oleh Rektor Institute Pertanian Bogor (IPB) dan komisi penguji utama sekaligus komisi pembimbing yaitu, Prof. Dr. Ir, Hadi S. Alikodra, MS, Dr. drh. Akhmad Arif Amin, dan Dr. Ahmad Sudirman Abbas.

Adapun penguji luar komisi terdiri dari Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA dan Deputi bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Henri Bastaman, MES.

"Konsep disertasinya sangat menarik karena dia (Fachruddin) mencoba mengkolaborasikan konsep agama, dalam hal ini Islam, ke dalam lingkungan hidup," ujar Wakil Rektor bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UNAS, Prof Ernawati Sinaga di Jakarta, Jumat (27/4/2012).

"Kekuatan bahasa dan ilmu agama dalam paparan disertasinya juga luar biasa. Terlebih data-data yang disajikan bukanlah data usang sehingga membuat kita asyik dalam membaca karyanya," katanya.

Pada kesempatan sama, Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr Henri Bastaman mengungkapkan, ranah kepercayaan agama mempunyai posisi dan peran strategis dalam menyadarkan arti penting lingkungan hidup.

Sementara Fachruddin sendiri berharap, dengan melakukan penelitian ini dirinya dapat memberikan pemahaman terhadap pentingnya melibatkan dimensi etika (agama) dalam melestarikan lingkungan dan dapat menjadi masukan bagi masyarakat tentang keberadaan dan fungsi pesantren sebagai lembaga yang perlu diperhitungkan dalam menunjang tercapainya pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.

Adapun Dr Fachruddin menyelesaikan disertasinya dengan meneliti tiga Pondok Pesantren Induk daerah Jawa Barat dan Banten, yaitu Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, Cirebon, Ponpes Al Musaddadiyah, Garut, dan Ponpes Modern Daarul Qolam, Banten.(ant/kim)

 




Berita Terkait: