Rabu, 15 Agustus 2018

Headlines:
You are here: BERITA Ubah Lahan Tidur Jadi Agro Bisnis, Ahmad Rusni Dapat Penghargaan

Ubah Lahan Tidur Jadi Agro Bisnis, Ahmad Rusni Dapat Penghargaan

858 readings
Surel Cetak PDF

siagian.JPG

JAKARTA- ANTRIDONG.COM :Jika lahan subur ditanami bibit buah-buahan, itu biasa. Namun jika lahan gersang, dijadikan ladang buah-buahan, ini yang perlu dicermati. H. Ahmad Rusni, SE, MM, tokoh muda dari Mataram ini, sebelumnya tak punya latar belakang pendidikan pertanian. Namun ia punya pengalaman cocok tanam,  di sekitar pekarangan rumah dan di sebidang tanah keluarga di sekitar lingkungannya.


Yang membuat penggarapannya beda, ketika Ahmad berani membeli tanah di area tandus nan gersang, di sekitar lereng Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Padahal, lahan itu. Lahan yang ia belipun, tidak tanggung-tanggung. Luasnya berhektar-hektar.

Terang saja Ahmad membeli tanah itu dengan harga murah. Sebab lahan tersebut adalah lahan tandus tempat dimana tumpukan batu-batu gunung besar, muntahan Gunung Rinjani, puluhan tahun lalu. Tentu pula, sudah lama lahan ini jadi lahan tidur.

Diceritakan usahawan agrobisnis ini, 5 tahun lalu, dia mengerjakannya bertahap. Pertama, dia lakukan dulu upaya penggusuran batu-batu besar itu ke lahan yang lebih rendah. Agar mulai terbuka lahan tanah yang akan ditanami. Batu-batu tersebutpun digusur ke beberapa sudut lokasi yang kontur tanahnya lebih rendah.

 


Penggusuran batu-batu besar itu dilakukan dengan alat-alat berat seperti excavator dan buldozer. Bahkan ada 2 unit Excavator yang tangkai besi depannya patah.

Tahap kedua, dia merancang sistem penyiraman lahan. Karerna sulit air, iapun mengebor sumber air sedalam ratusan meter, dengan menyediakan alat pompa air jetpump yang berkekuatan tinggi.

Setelah itu, barulah ditanaminya bibit buah-buahan yang tahan di lahan keras, seperti: Lengkeng; Durian Montong; Jambu Jamaika; dan lain-lain. Bahkan ada sekitar 35 jenis bibit buah-buahan bermutu yang ditanam disana. Selain itu berbagai jenis tanaman buah-buahan tumpangsari, ditanamnya di sela-sela pepohonan itu, seperti: semangka; jagung; dan palawija lainnya.

Akhirnya, dalam beberapa bulan berikutnya, Ahmad mulai panen tanaman tumpangsari. Sementara panen buah-buahan yang 35 jenis tadipun, mulai dipanennya, dan dijualnya ke pasar lokal Mataram melalui mitra pemasok.

Hingga 5 tahun terakhir ini, panenan buah-buahan yang dikelola perusahaannya, masih terus saja mengalir ke pasar-pasar di Mataram, dan NTB. Pasalnya, buah-buahan dari lahan yang tidak terlalu banyak mengandung air itu, ternyata kualitasnya lebih baik dan rasanya lebih manis.

Dikatakan Ahmad, lahan yang digarapnyapun masih kira-kira sepertiga dari total luas lahan yang dimilikinya. Padahal ia punya sekitar 130-an hektar di  dua area berbeda.

Terinspirasi Ketika Haji
Ketika Ahmad Rusni naik haji, ada satu hal yang menggugah pikirannya, dalam perjalanan ke Madinah. Dia mencermati pohon-pohon yang tumbuh disana.

Dia berpikir, Arab Saudi adalah daerah gurun pasir nan tandus, tapi toh tumbuh pepohonan yang ditata secara teratur hingga di perkotaan. Bahkan ada pohon-pohonan yang disana diberi nama ‘Pohon Soekarno’. Karena Presiden R.I Indonesia Pertama itulah, yang dulu menanam pohon itu. Tapi kenapa di Indonesia yang terkenal subur (bukan gurun pasir), tak bisa dikelola di lahan yang agak kering?

Sekembalinya ke Mataram, iapun mulai melirik lahan-lahan tidur yang selama ini tidak diperdulikan masyarakat, karena dianggap tidak berguna. Diapun mulai merancang cara pengelolaan dan menghitung kerugiannya, jika lahan-lahan tandus itu digarap.

Dalam analisanya, jika batu-batu besar tersebut dipindahkan atau digusur, maka dibawah batu tetap akan dapat lahan tanam. Walaupun harus diolah dulu, untuk bisa ditanam. Manfaat lain, batu-batu gunung berkarakter batu cadas itu, masih bisa digunakan untuk bahan pembangunan perumahan.

Jadi kesimpulannya, tidak ada hal yang merugikan disana. Persoalannya, bagaimana cara menciptakan lahan tanamnya, metode mengerjakannya, pemanfaatan lahannya, serta membuka akses pemanfaatan material batu dapat digunakan untuk pembangunan perumahan. Itulah alur berfikir sederhanya.


Semua dia persiapkan selama kurang lebih dalam kurun waktu 2 tahun setelah pulang haji. Mulailah dia membeli lahan-lahan tersebut ke masyarakat itu tadi.

Namun, ketika hamparan tanah berbatu cadas itu dibelinya, diapun sempat dikatakan ‘gila’. Gila dalam arti mengherankan. Karena, menurut pemikiran banyak orang, lahan itu adalah lahan tidur yang tidak berguna.

“Tapi anehnya, kenapa malah mau membeli? Lantas, mau diapain lahan tidur seperti itu? Bisa bikin apa disitu? Dan kenapa berani membeli hingga berpuluh-puluh hektar?,” demikian kira-kira celoteh orang-orang atas kenekadan Ahmad.

Bahkan Notaris yang turut menangani akte jual-beli lahan itupun geleng kepala. Semua nampaknya belum bisa mengerti, karena saat itu masih berupa ide atau gagasan.

Namun setelah mulai melihat prosesnya, hingga belakangan ini menghasilkan buah-buahan berkualitas, maka mulailah masyarakat mengerti. Bahkan Ahmad dengan para pekerja lahan agro yang kini mencapai 600-an orang, dibawah kendali PT Dasar Ilham Sakinah, Mtaram yang bergerak dibidang Agrobisnis dan Real Esatate ini, sudah panen berkali-kali.

“Alhamdullillah, masyarakat juga sudah mengerti, apa yang kami kerjakan. Penduduk sekitar juga mendapatkan pekerjaan dan penghasilan, yang bekerja bersama kami,” ungkapnya Sabtu (16/11/2103) lalu.

Sedangkan di bidang real estate, sang Presiden Direktur ini juga sedang menangani pembangunan perumahan, yang bekerjasama dengan instansi TNI/ Polri, Instansi Pemerintah, maupun kelompok swasta. Sehingga batu-batu besar tadi, dapat digunakan untuk pembangunan jalan, pondasi rumah yang sedang dibangunnya.

Bersyukur Raih Penghargaan
Terkait diraihnya penghargaan, Ahmad Rusni tidak pernah menduga sebelumnya. Dia bersyukur dan akan menjadikan penghargaan ini sebagai peningkatan kualitas diri ke depan.

“Alhamdulillah, kami bersyukur medapatkan penghargaan ini, karena ini adalah kehedak Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Kamipun akan berzikir dan berpikir, bagaimana kami semakin banyak melakukan hal-hal baik ke depan ini,” jawabnya saat diwawancara, usai menerima penghargaan di Arya Duta Hotel Jakarta Pusat.

Diketahui, Lembaga Anugerah Prestasi Insani (dibawah naungan Yayasan Anugerah Prestasi Insani), memberikan penghargaan ‘Indonesian Best Executive and Professional Award 2013,’ kepada Ahmad Rusni, bersama 14 tokoh lainnya. Mereka dinilai berprestasi, berdedikasi dan profesional di berbagai bidang pengabdian dan karyanya masing-masing.

Acara tersebut digelar di Arya Duta Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 16 Nopember 2013 lalu. Bentuk penghargaan yang diberikan, berupa: Piala, Lencana dan Certificate.

Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Lembaga API, Prof. DR. H. B Katili, MM dan Chairman, Danny PH Siagian, SE, MBA, MM, didampingi Ketua Pelaksana, Moody J. Prang, SE.

Selain itu, bapak tiga anak yang selalu didukung isterinya ini, mendapatkan Certificate Pigura Besar, yang mencantumkan seluruh nama-nama penerima penghargaan pada malam itu. Dia berhak memboyong pigura besar itu, melalui sistem lelang, dimana hasil lelangnya ditujukan untuk pendidikan anak-anak yatim piatu dan kurang mampu. (dans)




Berita Terkait: