Senin, 18 Desember 2017

Headlines:
You are here: BERITA Senator Jabar, Ir. H Ayi Hambali: Butuh UU Koperasi yang Baru

Senator Jabar, Ir. H Ayi Hambali: Butuh UU Koperasi yang Baru

196 readings
Surel Cetak PDF

hambali.JPG

ANTRIDONG.COM - JAKARTA: Dalam menghadapi persaingan bebas yang tidak akan lama lagi pendidikan koperasi mempunyai peranan penting sebagai modal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Mereka akan sadar dan tahu arti koperasi yang sesungguhnya.


Oleh karena itu DPD RI baru saja merampungkan rancangan UU koperasi yang baru, perubahan dari UU koperasi yang lama nomor 25 tahun 1992 dan saat ini telah masuk prolegna DPR RI. 

Anggota komie VI DPD RI , Ir Ayi Hambali ,MM mengatakan pendidikan koperasi penting, karena setelah masuk anggota koperasi diharapkan sadar dan tahu tujuan masuk anggota koperasi bukan sekedar masuk karena butuh. Yang ketiga, anggota koperasi bukan disebut penganggur.

“Seperti koperasi pertanian, para petani yang punya pendapatan dari hasil pertanian mereka dapat berkumpul untuk mendirikan koperasi untuk mengatasi masalah pemasaran, sarana produksi pertanian. Demikian pula dengan koperasi tahu tempe, itu jelas pengrajin tahu tempe yang tidak ada penganggur,” Kata Ir Ayi Hambali pada wartawan di kantornya, Kamis ( 19/12) .

Kemudian pengrajin batik bagi yang sudah punya usaha, pedagang pasar, pedagang warung, dan koperasi pedagang kaki lima yang tujuannya semua adalah untuk menghadapi mini market yang merajalela yang masuk sampai pelosok pedesaan. “itu kan menyedot sumber-sumber ekonomi yang ada di pedesaan,” ujar Ayi Hambali, Senator asal Provinsi Jawa Barat.

Selanjutnya Senator asal Jawa Barat menegaskan koperasi itu bukan membangunkan orang-orang yang tidur, bukan mengajak lari orang yang sedang tidur. Tapi akan mengajak lari orang yang sudah jalan. sudah jalan tapi pelan-pelan dan bergabung supaya bisa lari.

Demikian pula halnya masalah revitalisasi yang sekarang dilakukan Menkop dan UKM tapi tidak diketahui mengacu pada peraturan yang mana dan undang-undang yang mana. Ini menurutnya perlu efektifitas ketika bicara revitalisasi.

“Penanganan koperasi tidak seperti pemadam kebakaran tapi menata sistem dari awal,” ujarnya.

Menurut Ayi , masalah revitalisasi dimulai dari pendidikan koperasi. RUU Perkoperasian yang sudah masuk prolegnas, telah dilakukan uji sahih ke beberapa perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Negeri Jambi, Universitas Sulawesi Selatan, dan di Universitas Gajah Mada Jogjakarta.

ketiga universitas negeri itu masing-masing memiliki argumentasi yang sama hanya saja yang disimpulkan dari uji sahih tersebut, UU koperasi itu jangan seperti Persero yang konotasinya lebih banyak mengumpulkan saham, sedangkan koperasi mengumpulkan orang.

“Sehingga untuk mengganti undang-undang yang lama, koperasi bukan mengumpulkan saham melainkan mengumpulkan orang,” Imbuhnya mengakhir pertemuan .(JA)

 




Berita Terkait: