Jumat, 22 September 2017

Headlines:
You are here: BERITA Jero Wacik Ditahan KPK

Jero Wacik Ditahan KPK

200 readings
Surel Cetak PDF

ANTRIDONG.COM - JAKARTA:  Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik kembali memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (5/5/2015).  Jero mengatakan dirinya  tak perlu dijebloskan ke rumah tahanan. Alasannya selama ini politisi Partai Demokrat tersebut telah kooperatif dengan KPK.


"Seorang tersangka tidak perlu ditahan jika ia kooperatif," ujar Jero Wacik Saat datang ke gedung KPK sekitar pukul 11.00 WIB.

Jero mengaku  tidak bakal menghilangkan barang bukti, melarikan diri, serta mengulangi perbuatannya. Sehingga ia merasa tidak perlu ditahan untuk kasus dugaan korupsi yang telah menjeratnya. "Saya memenuhi pemanggilan sebagai wujud sikap kooperatif dan taat hukum. Nanti setelah diperiksa saya beri penjelasan," jelasnya.  

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, membenarkan penyidik KPK memeriksa Jero Wacik sebagai tersangka. “JW (Jero Wacik-red) dipemeriksa sebagai tersangka terkait korupsi di Kementerian ESDM," kata Priharsa Nugraha.

Dihubungi terpisah penggiat antikorupsi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, KPK harus segera menyelesaikan kasus Jero Wacik demi memberikan keadilan. Pihaknya sangat percaya jika KPK akan bisa menyelesaikan kasus Jero Wacik dengan baik.

Lebih lanjut Dahnil mengatakan, agar kasus Jero Wacik cepat selesai maka KPK juga melibatkan pihak lain terkait dengan kasus yang dilakukan Jero Wacik. "Penyelesaian kasus ini, KPK bisa melibatkan pihak lain," ujar Dahnil.

Seperti diketahui saat ini KPK sedang mengusut indikasi penyelewengan dalam pengadaan di Kementerian ESDM. Tak tanggung-tanggung, KPK mengusut pengadaan tahun anggaran 2011 hingga 2013. Dalam kasus ini KPK telah menetapkan Waryono Karno, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi, sebagai tersangka dua kasus: dugaan penerimaan gratifikasi dan dugaan korupsi penggunaan anggaran dana di sekretariat jenderal.

Indikasi penyelewengan itu muncul setelah KPK menemukan ada perintah Jero kepada Waryono Karno, saat Waryono masih menjabat sekretaris jenderal, untuk memainkan anggaran di Kementerian Energi.Untuk membongkar adanya kongkalikong diantara mereka, pada 3 Juli 2014, KPK pun memeriksa istri Jero Wacik, Triesnawati, dan anaknya, Ayu Vibrasita.

KPK menetapkan Jero Wacik sejak 2 September 2014 lalu. Penetapan Jero sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan di Sekretariat Jenderal ESDM yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal ESDM, Waryono Karno.  Selama menjadi Menteri ESDM, Jero melalui Waryono Karno dan bawahannya yang lain, diduga memeras sejumlah rekanan pengadaan di kementerian tersebut. Total uang yang diperoleh Jero dari pemerasan itu mencapai Rp 9,9 miliar.

Uang yang diterima Jero diduga digunakan untuk kepentingan pribadinya, termasuk untuk pencitraan di hadapan Presiden SBY. Dalam kasus ini KPK menjerat Jero Wacik dengan pasal 12 huruf (e) atau pasal 3 UU pemberantasan korupsi juncto 421 KUHP. (JA)




Berita Terkait: