Sabtu, 18 Agustus 2018

Headlines:
You are here: BERITA Marwah Panglima Besar Soedirman Ada pada Jokowi

Marwah Panglima Besar Soedirman Ada pada Jokowi

272 readings
Surel Cetak PDF

iwan_1.jpg

PORTALKRIMINAL.COM -JAKARTA: Pemilu  sebentar lagi memasuki masa kampanye, tepatnya dimulai 16 Maret 2014.  Hingga saat ini, berdasarkan penjajakan di lapangan sesuai dengan jejak kawasan gerilya Panglima Besar Soedirman,  dapat disimak greget mengikuti Pemilu  dirasakan masih rendah, khususnya bagi pemilih pemula. Demikian disampaikan Ganang Soedirman, Ketua Yayasan Panglima Besar Soedirman yang didamping Humas Iwan Piliang, saat jumpa pers, di Jakarta,  Kamis (13/3).

Ganang mengatakan, perihal kurangnya selera  menyimak Pemilu diambang pintu itu, lebih karena banyak Capres dihidangkan partai politik sosok yang itu ke itu saja. Darah baru,  sosok-sosok muda di berbagai  daerah yang muncul ke permukaan, bagus-bagus, tidak banyak mendapat tempat oleh partai politik.Salah satu partai politik yang merencanakan pencapresannya, menurut indikasi, katanya, adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang menurut

perkiraan kami esok Jumat pagi, 14 Maret 2014,  akan diumumkan sebagai Capres.  Sosok Jokowi, sebagai personal memiliki kelebihan dari sudut elektabilitas tinggi. Kenyataan itu , sulit untuk dipatahkan oleh sosok yang digadang sebagai Capres partai lain.

"Oleh karenanya kami dari Yayasan Panglima Besar Soedirman, menyampaikan kepada publik bahwa marwah Panglima Besar Soedirman kami amati ada pada diri Jokowi. Namun di balik itu, kami pun meyakini bahwa, Jokowi tidak lepas dari memiliki kekurangan  dalam memimpin. Akan tetapi justeru adanya kekurangan yang dimiliki seseorang itu sekaligus menjadi kekuatan, bilamana bisa bekerjasama dengan wakil yang dapat menutup kekuarangannya. Dalam artian, kerendah-hatian Jokowi, adalah juga kekuatan itu," ujar cucu Soedirman ini.

Sementara itu, Iwan Piliang mengatakan dalam tatanan alih generasi kepemimpinan secara paripurna itu kami pun menyimak dari internal PDIP, sosok muda dari timur seperti Kamarudin Watubun, bisa mendampingi Jokowi, karena memahami betul konsep Trisakti Bung Karno berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang eknomi, berkepribadian di bidang budaya.

"Jumhur Hidayat sosok muda lain belakangan menyatakan bersama jaringannya mendukung PDIP. Kami memahami dan mendukung langkah Jumhur, sosok muda asal Jawa Barat, propinsi terbesar dengan DPT terbesar perpropinsi. Marwah Panglima Besar Soedirman sejalan dengan Bung Karno, menjadi panutan dan teladan dari PDIP. Marwah itu pula yang juga diusung Jumhur Hidayat," paparnya.

Tentu ada deretan sosok muda lain di kantung Yayasan Panglima Besar Soedirman, Dari dua contoh sosok di atas, kami sejatinya ingin mengatakan kepada nama-nama tua dari sisi usia, termasuk para purnawiran TNI, untuk legowo mendukung alih generasi kepemimpinan.

"Bagi mereka yang senior dari usia dan pengalaman agar dengan rendah hati berkenan menjadi penasehat presiden dan tim cabinet, demi sebuah perubahan menuju terwujudnya Trisaksti Bung Karno, yang sejalan dengan marwah Panglima Besar Soedirman," ujarnya. (han)




Berita Terkait: