Senin, 18 Desember 2017

Headlines:
You are here: BERITA Kongres Nasional Luar Biasa KAI di Palembang, Kedepankan Profesionalitas

Kongres Nasional Luar Biasa KAI di Palembang, Kedepankan Profesionalitas

257 readings
Surel Cetak PDF

Adv. Affandy (kiri)

ANTRIDONG.COM - JAKARTA: Kongres Advokat Indonesia (KAI) menggelar Kongres Nasional Luar Biasa di Palembang  Provinsi Sumatra Selatan sejak tanggal 29 – 30 Januari 2016, dengan agenda penyempurnaan anggaran dasar, anggaran rumah tangga yang mandiri.

Kongres KNLB  dan Rakernas  dibuka oleh Presiden DPP KAI, Tjoetjoe Sandjaja Hernanto, sidang dipimpin langsung oleh Adv .Ramdlon Naning advokat senior,  dalam kesempatan itu Tjoetjoe  menyatakan  kondisi saat ini sudah tidak relevan lagi untuk mempertahankan sistem singlebar yang faktanya telah mencabik-cabik keutuhan dan menghancurkan kehormatan advokat.

Hadir dalam acara itu Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki, para Advokat Senior diantaranya DR. Teguh Samudera, Ramdlon Naning, dan Lasdin Welas serta utusan dari 24 provinsi dengan jumlah peserta yang hadir hampir seribu peserta.

Kongres yang berlangsung selama tiga hari itu menyepakati bahwa KAI sebagai organisasi profesi Advokat  sangat   konsen melakukan peningkatan kemampuan SDM anggotanya melalui uji kompetensi (bersertifikat) dan pendidikan spesialisasi bidang hukum .

Selanjutnya  KAI juga  menjalin kerja sama dengan Asosiasi Auditor Hukum Indonesia, Lembaga Sertifikasi Profesi Pengacara Indonesia, Lembaga Diklat Profesi Indonesia Profesional Mulia dan lain-lain, dalam rangka menghadapi  Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Adv. Affandy Masyah Natanarada Ningrat, SH., SIP., MH bendahara umum KAI    membenarkan hal itu, dikatakan   KAI telah melakukan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya (AD/ART) , serta susunan struktur  organisasi.

“Dalam kongres KNLB  itu KAI telah  melakukan penyempurnaan AD/ART yang baru serta susunan pengurus dibawah kepemimpinan Presiden DPP KAI, Tjoetjoe Sandjaja Hernanto” Kata Affandy , Bendahara umum terpilih kepada wartawan di kantor KAI Jakarta, Sabtu (13/2).

Selanjutnya  Affandi juga menjelaskan  KAI juga telah membentuk dewan Pembina dalam rangka  melakukan pembinaan organisasi  yang tersangkut masalah hukum hingga pada pemberian sangsi.

“ Sehingga bila ada anggota yang tersangkut masalah hukum seperti korupsi , maka dewan Pembinalah yang dapat menjatuhkan sangsi, mulai dari non aktif hingga pada pemecatan”ujarnya

Affandi  membantah adanya  rumor pergantian kepemimpin dalam KNLB, ia menyatakan Kongres Nasional Luar Biasa  tidak ada pergantian kepemimpinan, ia menjelaskan  KNLB dalam KAI itu penyempurnaan organisasi , berbeda dengan organisasi lainya.

“ Kongres Nasional Luar Biasa di  kami itu lebih dari pada penyempurnaan organisasi supaya lebih mantap , bukan pergantian kepemimpinan, tidak sama dengan organisasi lainnya” kata sala satu sala satu petinggi di KAI.

Sementara itu Adv. Juju Purwantoro,SH.MH Wakil Sekretaris Jendral KAI  menambahkan  organisasi KAI juga mendorong RUU Advokat agar dapat segera dibahas dan disahkan oleh DPR pada tahun 2017. oleh karena itu saat ini KAI sedang menyusun standar kompetensi profesi advokat bersama-sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“KAI merupakan organisasi pertama yang menerapkan sertivikasi Advokat , diharapkan KAI akan menjadi pioner menerapkan sertivikasi Advokat yang dikeluarkan oleh BNSP” ujarnya

Menurut Juju  Profesi advokat itu dikenal sebagai officium nobile (profesi yg terhormat atau profesi yang mulia), hingga saat ini profesi advokat belum memiliki standar yang baku secara nasional, maka dari itu  KAI akan membangun kerjasama dengan beberapa organisasi advokat yang mempunyai garis perjuangan yang sama yaitu multibar dengan cara membentuk Dewan Kehormatan dan membuat Kode Etik Advokat bersama. (ja)




Berita Terkait: