Jumat, 22 September 2017

Headlines:
You are here: BERITA Forum Bangso Batak Indonesia Gelar “Naposo Martumba”

Forum Bangso Batak Indonesia Gelar “Naposo Martumba”

692 readings
Surel Cetak PDF

forum_2.JPG

ANTRIDONG.COM - JAKARTA: Sekelompok masyarakat suku Batak yang tegabung dalam Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI) menyelenggarakan Iven “Naposo Martumba “  Dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya  Batak di tanah air yang diselenggarakan di Anjungan Rumah Batak ,Taman Mini Indonesia Indah (TMI)  pekan lalu   tanggal 22 /11/2014.


Meski Sederhana namaun meriah banyak artis Batak seperti  Feber MT Manalu, Tio Fanta Pinem,Tolucca, Rimma Sitompul, dan Ucok & Butet Show, serta stand-stand Pasar Kuliner turut meriahkan menyajikan makanan khas Batak.

Hadir dalam  acara tersebut, para petinggi FBBI, Ketua Umum FBBI, Ir  Aris Panjaitan, Sekretaris Djalan Sihombing, SH. Ketua Dewan Pembina,Dr.Ronsen Pasaribu,SH.MM dan Ketua panitia , Feber MT Manalu, Sekretaris panitia, Mutiara Marbun,SH. serta muda-mudi suku Batak dan orang tua.

Menurut Aris Panjaitan  tujuan utama diselenggarakan acara  “Naposo Martumba” ini Sebagai bentuk komitmen dari kesadaran FBBI dalam hal turut melestarikan budaya Bangso Batak, serta untuk memberikan motivasi terhadap kaum muda- mudi Bangso Batak, ditengah- tengah derasnya arus Globalisasi.

“ Sehingga pemuda-pemudi Bangso Batak Indonesia  yang berada di perantauan diharapkan dapat semakin mengerti dan mencintai kekayaan budaya sendiri sehingga dalam jangaka panjang,  diharapkan  budaya Bangso Batak dapat dilestarikan dalam kehidupan sosial sehari-hari.” Kata Aris  pada wartawan disela-sela acara acara tersebut.

Aris memandang untuk menanamkan  budaya Batak pada generasi muda sangat cocok bila   dimasukan dalam kurikulum sekolah. sebab didalamnya beragam budaya suku Batak, ada Batak Toba, Batak Simalungun,Batak Karo,Batak pakpak, Batak Angkola juga tari-tarian serta tempat-tampat pariwisata.

Oleh karena itu ia  mengajak para generasi muda untuk bergabung bersama FBBI  untuk melestarikan budaya Batak ini  agar kuat,  sehingga tidak sirna dan tidak terjadi akulturasi,selain itu ia juga ingin mempertemukan para perantau dimana saja  untuk peduli terhadap Bonapasogit (kampung halaman) .

Aris menjelaskan  dalam jangaka panjang organisasi yang dipimpinnya berencana  akan membuka badan pusat pengembangan Bona Pasogit yang bertujuan ingin mebangun Bonap asogit, agar ketika para perantau datang keBonapasogit dapat menikmati kampung halamannya.

Meski tergolong muda organisasi ini akan terus berinovasi , dalam waktu deka t mereka berencana untuk membangun Balai Pusat Pengembangan Bona Pasogit (kampung halaman), sebagai tempat berdiskusi dan nantinya dapat dikembangkan ditempatnya masing- masing.

” Rencananya, Balai Pusat Pengembangan Bona Pasogit tersebut akan dibangun di Samosir atau di Siborong- Borong. Nantinya di Balai tersebut akan ada pelatihan- pelatihan dan pendidikan kejuruan, ini sudah mulai kita pikirkan. Kita juga akan gencar mengadakan acara- acara Focus Group Discussion (FGD) untuk mendiskusikan berbagai permasalahan- permasalahan Bangso Batak,” Kata  Ronsen Pasaribu menambahkan .(JA)

 




Berita Terkait: