Jumat, 22 September 2017

Headlines:
You are here: BERITA Berawal dari Penjaga Pintu Air Irigasi: Kepala Dinas PU Manggarai Barat NTT Raih Penghargaan

Berawal dari Penjaga Pintu Air Irigasi: Kepala Dinas PU Manggarai Barat NTT Raih Penghargaan

307 readings
Surel Cetak PDF

tama1.JPG

ANTRIDONG.COM - JAKARTA:  Agustinus Tama ST,Kepala  Dinas Pekerjaan Umum, Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur, menerima penghargaan “The Best Achievement For Dedication In Development Award 2015”,  dari lembaga independen Citra Prestasi Anak Bangsa (CPAB), atas ketekunannya dan tanggung jawab sehingga karirnya terus beranjak naik. hingga menjadi pejabat eslon II.

Dia menejelaskan awal karirnya  sejak  35 tahun lalu (1979), pertama kali diterima di Dinas PU.dia sangat menekuni betul tugasnya sebagai penjaga pintu air, mendistribusikan (menyalurkan) irigasi ke sawah-sawah masyarakat. Statusnyapun masih pegawai harian. Dan baru tahun 1980, dia resmi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Demikian selanjutnya, karirnya menanjak perlahan namun pasti, hingga jadi Kepala Dinas.

Atas dedikasinya, lembaga independen Citra Prestasi Anak Bangsa (CPAB) menganugerahkan penghargaan “The Best Achievement For Dedication In Development Award 2015”, Sabtu, 28 Maret 2015 lalu, di Hotel Lumire, Jakarta Pusat. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Dewan Pembina CPAB, Prof. Dr. Djumarno, MA, didampingi Ketua Pelaksana, David Gosal.

Agustinus merupakan salah satu penerima penghargaan dari 19 tokoh yang terpilih dari 39 orang yang terjaring sebelumnya, dari pelosok Nusantara. Para penerima penghargaan mendapatkan Piala, Lencana dan Sertifikat Pigura bertinta emas.

Anehnya, hingga kedatangannya ke Jakarta untuk menerima penghargaan, dirinya masih diliputi rasa penasaran. Namun, setelah mendengar pidato sambutan Danny PH Siagian, SE, MBA, MM yang mewakili penyelenggara, semuapun terjawab. Bahwa penelusuran para tokoh dilakukan dari berbagai sumber, tanpa diketahui para tokoh sebelumnya. Tentu, ada beberapa kriteria yang ditetapkan, dalam menjaring para calon penerima penghargaan.  

Dalam penuturannya, Agustinus menceritakan, saat itu, ia hanya lulusan STM yang diterima sebagai Staf Pembantu Pengawas Proyek, merangkap Penjaga Pintu Air untuk persawahan. Tugas itu dijalaninya selama 5 tahun (1983-1988).

Dalam menapaki karir, Agustinus mulai kuliah di LPPU Institut Teknologi Surabaya (ITS) tahun 1990-1993. Dan melanjutkan kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Pengairan, Universitas Brawijaya Malang, tahun 1995-1998, hingga meraih gelar Sarjana Teknik (ST).

Sebagai pejabat eselon, karirnya mulai benar-benar terlihat ketika tahun 2000 menjadi Kepala Sub Seksi, dan tahun 2001-2007 menjadi Kepala Seksi Pengairan. Karirnya melaju terus menjadi eselon III, karena tahun 2007-2013, Agustinus diangkat menjadi Kepala Bidang Pengairan.

Puncaknya, bulan Juli 2013 Bupati Manggarai Barat mengangkatnya menjadi Kepala Dinas PU. Dan tantangannya waktu itu, 2 bulan kemudian diselenggarakan event Internasional ‘Sail Komodo 2013’ di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Tentu, sebagai Kepala Dinas PU, Agustinus tak mungkin tidak terlibat. Apalagi event ini berskala internasional, dan dibuka oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo selaku Ketua Panitia Pelaksana Tingkat Pusat, dan Menteri lainnya waktu itu.

Diketahui, Sail Komodo merupakan Sail ke-5 kalinya di Indonesia. Dimulai dari Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi-Belitong 2011, dan Sail Morotai 2012. Sail Komodo merupakan event tahunan yang diikuti peserta: Indonesia, Malaysia, Australia, Belanda, Thailand, Philipina, AS, dan lainnya. Sedangkan Taman Nasional Komodo merupakan salah satu Situs Warisan Dunia sehingga Pemerintah perlu melestarikan, mengembangkan, serta mempromosikannya. Sail Komodo 2013 juga bertujuan mempromosikan Taman Nasional Komodo sebagai kawasan konservasi perairan dalam rangka mengembangkan ekonomi kelautan.

Sementara itu, dari sisi masa kerja, Agustinus sesungguhnya sudah pensiun (sesuai aturan lama). Namun sesuai Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru, usia pensiun PNS menjadi 58 tahun, dan eselon II hingga 60 tahun. Namun selanjutnya, itu tergantung kepada Bupati.

Sisi lain, atas pengabdiannya selama 35 tahun sebagai PNS, suami dari Ehok Maria Jetia ini juga sudah menerima Satyalancana Karya Satya dari Presiden SBY. Penghargaan ini biasanya diberikan kepada PNS yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus, dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdiannya.

Terkait penghargaan dari CPAB, bapak yang dikaruniai 3 anak (2 laki-laki dan 1 perempuan) ini mengatakan beban baru baginya, untuk berbuat lebih baik lagi.

“Terus terang, penghargaan ini menjadi beban bagi saya, dalam artian harus bisa berbuat lebih baik lagi,” ungkapnya usai menerima penghargaan di Hotel Lumire, Jakarta.

Sementara di acara yang sama, juga diserahkan penghargaan berbeda kepada puluhan tokoh lainnya, pilihan Lembaga Anugerah Prestasi Insani (API). Diserahkan oleh Ketua Dewan Pembinanya, Prof. DR. HB, Katili, MM dan Chairman, Danny PH Siagian, SE, MBA, MM, serta Ketua Pelaksana, Moody J. Prang. Hiburan diisi artis lawas, Ratih Purwasih, dan MC oleh Damas Mulyono. (JA/DS)




Berita Terkait: