Senin, 18 Desember 2017

Headlines:
You are here: BANK BI Dorong Semua Lembaga Keuangan Masuk SID

BI Dorong Semua Lembaga Keuangan Masuk SID

471 readings
Surel Cetak PDF

Pidato SBY

ANTRIDONG.COM - JAKARTA:  Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan termasuk lembaga keuangan lainnya masuk dalam Sistem Informasi Debitur (SID) guna memperluas akses penyediaan kredit, kesempatan berusaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil.


Analis Divisi Informasi Kredit Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia (BI) Sani Eka Duta di Malang Rabu mengatakan, SID ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tapi juga bagi penyedia dana.

"Idealnya, seluruh data yang menyangkut kredit dan lembaga keuangan penyedia dana masuk dalam SID yang dikelola oleh BI," tegasnya usai sosialisasi SID di Kantor Perwakilan BI (KpwBI) Malang.

Selama ini yang sudah masuk dalam SID, katanya, hanya bank-bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang memiliki total aset Rp10 miliar selama enam bulan berturut-turut, serta beberapa perusahaan hak guna sewa (leasing).

Lebih lanjut Sani mengatakan, dengan adanya SID, penyedia dana akan mampu menurunkan risiko kredit yang akhirnya berdampak pula pada penurunan angka kredit macet. Dalam jangka waktu panjang penyaluran kredit yang berkualitas mampu mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi.

Mulai tahun depan, katanya, akan dibuka kran industri SID dan nantinya akan diserahkan pada pihak swasta dan penggunaannya juga akan dimaksimalkan.

Melalui SID tersebut, pihak perbankan akan tahu kualitas calon debiturnya. "Kedepan debitur yang rajin dan tidak bermasalah akan diberikan `reward` dan debitur `nakal` tentu akan dimasukkan dalam daftar hitam perbankan, sehingga akan kesulitan untuk mendapatkan kredit," ujarnya.

"Reward" bagi debitur rajin dan tidak bermasalah, kata Sani, bisa saja berupa keringan bunga bank ketika mengambil kredit atau bentuk lain berupa kemudahan proses atau lainnya.

Data yang tercatat di BI hingga triwulan III 2012, jumlah pelapor SID yang tercatat sebanyak 1.349 pelapor dengan rincian 120 Bank umum, 1.212 BPR dan 18 lembaga keuangan non-bank (LKNB). Dalam sistem tersebut tercatat sebanyak 64,7 nama debitur dengan 128,97 juta fasilitas.

Sementara itu, Kepala KpwBI Malang totok Hermiyanto mengatakan, SID yang telah disosialisasikan tersebut mampu mendorong penyaluran kredit yang berkualitas.

Saat ini penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja KpwBI Malang sebesar Rp25,3 triliun atau tumbuh 19,10 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya sebesar Rp21,3 triliun.

"Sekitar 60 persen kredit yang disalurkan oleh KpwBI Malang ini masih didominasi oleh kredit modal kerja dan investasi," ujarnya. (ant/han)

 




Berita Terkait: